Skip to main content

Struktur Geologi (Tugas Tektonofisik)

Struktur Geologi
Muhammad Andry Pratama , Khairul Reza Ananda, Rijalul Haq, Adrian Nurhadi
Department of Mining Engineering, Faculty of Engineering, Syiah Kuala University

Abstrac

Since several centuries ago scientists have described about the formation of the continent which is known as Continental Drift . The term describes the symptoms of movement of the continent which has now been studied in the science of geology .

In geology are part of the branch that studies of changes in rocks that occur as a result of tectonic processes and other processes called Structural Geology . The geological structure of explaining the folding system , muscular system , muscular system and other.


Pendahuluan
Tahun 1912, Alfred Wegener mencetuskan teori pengapungan benua, yang “menduga” bahwa pada mulanya benua Amerika Selatan dan Afrika bersatu, dan kemudian berpisah menjadi seperti saat sekarang yang terpisah oleh samudra Atlantik. Sejak tahun 1960 berkembanglah Teori Pengapungan Benua ( Continental Drift ) yang sekarang di kenal dengan Teori Tektonik Lempeng. Teori ini dapat menjelaskan dan menyderhanakan banyak hal mengenai gejala-gejala alam yang semula di anggap misterius. Seperti gempa bumi yang datangnya secara tiba-tiba dan gunung api yang tiba-tiba meletus.

Selain itu hal lain yang penting adalah berubahnya paradigma keberadaan hidrokarbon dan juga berkembnagnya metoda eksplorasi bahan tambang dan hidokarbon. Ilmu geologi merupakan ilmu yang sangat nyata (practical science), karena ilmu geologi berdasarkan hasil observasi dan dapat dibuktikan (tested). Pengetahuan tentang ilmu kimia, fisika, matematika dan biologi yang memadai akan sangat menunjang dalam mempelajari geologi.

Ilmu geologi terus berkembang dan terbagi lagi menjadi ilmu-ilmu yang menjadi dasar geologi. Cabang-cabang ilmu geologi tersebut diantaranya : Mineralogi, Petrologi, stratigrafi, Paleontologi, Geologi Struktur, Geomorfologi, Geofisika, Geokimia, dan lain sebagainya.

Untuk masuk ke dalam ilmu geologi yang lebih kompleks diperlukan bekal pengetahuan mengenai keadaan alam bumi seperti yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari kita. Gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai angin topan, dan banyak lagi jenisnya merupakan hasil atau produk dari proses yang dapat dipelajari pada ilmu geologi yang lebih spesifik lagi.

Struktur Geologi

Struktur geologi adalah suatu struktur atau kondisi geologi yang ada di suatu daerah sebagai akibat dari terjadinya perubahan-perubahan pada batuan oleh proses tektonik atau proses lainnya. Dengan terjadinya proses tektonik, maka batuan (batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf) maupun kerak bumi akan berubah susunannya dari keadaannya semula. Struktur geologi yang penting untuk diketahui antara lain :sistem perlipatan,sistem kekar, sistem sesar,bidang perlapisan, dan ketidakselarasan.

1.Struktur Lipatan

Lipatan adalah hasil perubahan bentuk atau volume dari suatu bahan yang ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur garis atau bidang didalam bahan tersebut. Pada umumnya unsur yang terlibat didalam lipatan adalah struktur bidang, misalnya bidang perlapisan atau foliasi.Lipatan merupakan gejala yang penting, yang mencerminkan sifat dari deformasi; terutama, gambaran geometrinya berhubungan dengan aspek perubahan bentuk (distorsi) dan perputaran (rotasi). Lipatan terbentuk bila mana unsur yang telah ada sebelumnya terubah menjadi bentuk bidang lengkung atau garis lengkung.

Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses, yaitu bending (melengkung) dan buckling (melipat). Pada gejala buckling, gaya yang bekerja sejajar dengan bidang perlapisan, sedangkan pada bending, gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan.

A.Unsur Geometri Lipatan :

1. Plunge, sudut yang terbentuk oleh poros dengan horizontal pada bidang vertikal.
2. Core, bagian dari suatu lipatan yang letaknya disekitar sumbu lipatan. 
3. Crest, daerah tertinggi dari suatu lipatan biasanya selalu dijumpai pada antiklin
4. Limb (sayap), bagian dari lipatan yang terletak Downdip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum antiklin sampai hinge sinklin), atau Updip (sayap yang dimulai dari lengkungan maksimum sinklin sampai hinge antiklin). Sayap lipatan dapat berupa bidang datar (planar), melengkung (curve), atau bergelombang (wave).
5. Fore Limb, sayap yang curam pada lipatan yang simetri.
6. Back Limb, sayap yang landai.
7. Hinge Point, titik yang merupakan kelengkungan maksimum pada suatu perlipatan.
8. Hinge Line, garis yang menghubungkan Hinge Point pada suatu perlapisan yang sama.
9. Hinge Zone, daerah sekitar Hinge Point.
10. Inflection point, merupakan titik balik dari suatu lengkungan pada sayap lipatan atau pertengahan antara dua perlengkungan maksimum
13. Trough, daerah terendah pada suatu lipatan, selalu dijumpai pada sinklin.
14. Axial Line, garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari lengkungan maksimum pada tiap permukaan lapisan dari suatu struktur lapisan.
15. Axial Plane, bidang sumbu lipatan yang membagi sudut sama besar antara sayap-sayap lipatannya.
16. Half - Wavelength, jarak antara dua titik inflection (inflection points).


B. Klasifikasi Lipatan
Klasifikasi lipatan berdasarkan unsur geometri, antara lain:
1. Upright Fold atau Simetrical Fold (lipatan tegak atau lipatan setangkup).
2. Asimetrical Fold (lipatan tak setangkup atau lipatan tak simetri)
3. Inclined Fold atau Over Fold (lipatan miring atau lipatan menggantung).
4. Recumbent Fold (lipatan rebah)

C. Antiklin dan Sinklin
Anticline adalah lipatan dengan batuan tertua pada “core” suatu lipatan .Syncline adalah suatu lipatan dengan batuan termuda pada core suatu lipatan.Pada kondisi normal, suatu daerah yang terlipat, anticlines biasanya berbentuk antiformal, dan synclines berbentuk synformal.  
Sumber : Zumberge dan Nelson, 1976: 72-73

D.Klasifikasi lipatan berdasarkan bentuknya

1. Concentric Fold : (lipatan konsentris/lipatan paralel) adalah sebutan untuk perlapisan dimana jarak-jarak (tebal) tiap lapisan yang terlipat tetap sama.
2. Similar Fold. : sebutan untuk perlipatan dimana lapisan-lapisan yang terlipat/dilipat dengan bentuk-bentuk yang sama sampai ke dalam. Antiklin maupun sinklin ukurannya tidak banyak berubah ke dalam maupun ke atas.
3. Chevron Fold. : lipatan menyudut atau sendinya tajam dan menyudut. Dalam hal ini, sayap lipatannya merupakan bidang planar.
4. Isoclinal Fold. : lipatan dimana kedudukan bidang sumbunya sejajar atau relatif sejajar dan kedua sayapnya sejajar atau hampir sejajar.
5. Box Fold : lipatan dimana bagian puncaknya relatif rata atau datar
6. Kink Fold : lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar

Sumber :Flint dan Skinner, 1974: 298-299; Billings, 1954: 35-54

2. Kekar (joint)

Kekar adalah bagian permukaan atau bidang yang memisahkan batuan, dan sepanjang bidang tersebut belum terjadi pergeseran. Di samping merupakan bidang datar, kekar dapat pula merupakan bidang lengkung (billings, 1954 : 108).Kekar adalah suatu fracture (retakan pada batuan) yang relatif tidak mengalami pergeseran pada bidang rekahnya, yang disebabkan oleh gejala tektonik maupun non tektonik (Ragan, 1973).

Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran. Secara umum dicirikan oleh:

· Pemotongan bidang perlapisan batuan;
· Biasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit, kuarsa dsb;
· kenampakan breksiasi.

Berdasarkan geometri kekar dapat dibagi menjadi :
1. Kekar jurus (strike joints), bila arah jurus kekar sejajar atau hampir sejajar dengan jurus bidang lapisan batuan sedimen, struktur schistosity sekis dan struktur gneissic gneiss.
2. Kekar turun (Dip joints), bila arah jurus bidang kekar sejajar atau hampir sejajar dengan arah dip lapisan batuan, schistosity atau dip struktur gneissic.
3. Oblique atau diagonal joints, bila arah jurus bidang kekar terletak antara jurus dan arah dip batuan yang bersangkutan.
4. Bedding joints, bila bidang kekar sejajar dengan bidang lapisan batuan sedimen.


Berdasarkan genesisnya:
1. Kekar Kolom umumnya terdapat pada batuan basalt, tetapi kadang juga terdapat pada batuan beku jenis lainnya. Kolom-kolom ini berkembang tegak lurus pada permukaan pendinginan, sehingga pada sill atau aliran tersebut akan berdiri vertikal sedangkan pada dike kurang lebih akan horizontal, dengan mengukur sumbu kekar kolom kita dapat merekonstruksi bentuk dari bidang pendinginan dan struktur batuan beku.

2. Kekar Tarik (tension joints), bila bidang kekar tegak lurus terhadap arah gaya tarik yang bekerja pada batuan.

Ciri-ciri dilapangan :
· Bidang kekar tidak rata.
· Selalu terbuka.
· Polanya sering tidak teratur, kalaupun teratur biasanya akan berpola kotak-kotak.
· Karena terbuka, maka dapat terisi mineral yangkemudian disebut vein.

3. Kekar gerus (shear joints), disebabkan oleh gaya kompresi yang cenderung menggeser batuan atau menyesarkan batuan.
Ciri-ciri di lapangan :
· Biasanya bidangnya licin.
· Memotong seluruh batuan.
· Memotong komponen batuan.
· Biasanya ada gores garis.
· Adanya joint berpola belah ketupat.
 
Kekar tarik yang disebabkan oleh pengurangna volume adalah contoh tipe kekar tarik yang mudah kekar dikenal, seperti kekar tiang (columnar joints) pada basalt.

3.Sesar (Fault)

A. Pengertian Sesar

Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain. Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar terhadap blok yg lain(Billings,1954:124). Pergerakan yg tiba-tiba dari suatu patahan atau sesar bisa mengakibatkan gempa bumi. Sesar (fault) merupakan bidang rekahan atau zona rekahan pada batuan yang sudah mengalami pergeseran (Williams, 2004). Sesar terjadi sepanjang retakan pada kerak bumi yang terdapat slip diantara dua sisi yang terdapat sesar tersebut (Williams, 2004). Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis sesar antara lain:

a.Jurus sesar (strike of fault) adalah arah garis perpotongan bidang sesar dengan bidang horisontal dan biasanya diukur dari arah utara.
b. Kemiringan sesar (dip of fault) adalah sudut yang dibentuk antara bidang sesar dengan bidang horisontal, diukur tegak lurus strike.
c. Net slip adalah pergeseran relatif suatu titik yang semula berimpit pada bidang sesar akibat adanya sesar.
d. Rake adalah sudut yang dibentuk oleh net slip dengan strike slip (pergeseran horisontal searah jurus) pada bidang sesar.

Dalam penjelasan sesar, digunakan istilah hanging wall dan foot wall sebagai penunjuk bagian blok badan sesar. Hanging wall merupakan bagian tubuh batuan yang relatif berada di atas bidang sesar. Foot wall merupakan bagian batuan yang relatif berada di bawah bidang sesar.
Hanging wall dan foot wall.


B. Ciri-ciri Sesar

Secara garis besar,sesar dibagi menjadi dua,yaitu sesar tampak dan sesar buta (blind fault).Sesar yang tampak adalah sesar yang mencapai permukaan bumi sedangkan sesar buta adalah sesar yangterjadi di bawah permukaan bumi dan tertutupi oleh lapisan seperti lapisan deposisi sedimen.Pengenalan sesar di lapangan biasanya cukup sulit.Beberapa kenampakan yang dapat digunakan sebagai penunjuk adanya sesar antara lain :
a) Adanya struktur yang tidak menerus (lapisan terpotong dengan tiba-tiba)

b) Adanya perulangan lapisan atau hilangnya lapisan batuan.

c) Kenampakan khas pada bidang sesar, seperti cermin sesar, gores garis.

d) Kenampakan khas pada zona sesar, seperti seretan (drag), breksi sesar, horses, atau lices, milonit. 

e) Silisifikasi dan mineralisasi sepanjang zona sesar.

f) Perbedaan fasies sedimen.

g) Petunjukfisiografi, seperti gawir (scarp), scarplets (piedmont scarp), triangularfacet, dan terpotongnya bagian depan rangkaian pegunungan struktural.

h) Adanya boundins : lapisan batuan yang terpotong-potong akibat sesar


C. Klasifikasi Sesar
Klasifikasi sesar dapat dibedakan berdasarkan geometri dan genesanya
a.      Klasifikasi geometris
1) Berdasarkan rake dari net slip.
2) Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang perlapisan atau struktur regional
3) Berdasarkan besar sudut bidang sesar
4) Berdasarkan pergerakan semu
5) Berdasarkan pola sesar




Macam- macam sesar
Sumber: Flint dan Skinner,1974:292-293


b. Klasifikasi genetis

Berdasarkan orientasi pola tegasan yang utama (Anderson, 1951) sesar dapat dibedakan menjadi :

·Sesar anjak (thrust fault) bila tegasan maksimum dan menengah mendatar.

·Sesar normal bila tegasan utama vertikal.

·Strike slip fault atau wrench fault (high dip, transverse to regional structure)



D. Beberapa Jenis Sesar dan Penjelasannya
a. Sesar Normal / Sesar Turun (Extention Faulth)
Sesar normal dikenali juga sebagai sesargravitasi, dengan gaya gravitasi sebagai gaya utama yang menggerakannya. Ia juga dikenali sebagai sesar ekstensi (Extention Faulth) sebab ia memanjangkan perlapisan, atau menipis kerak bumi. Sesar normal yang mempunyai salah yang menjadi datar di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik. Sesar listrik ini juga dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault), dengan pengendapan dan pergerakan sesar berlaku serentak. Satah sesar normal menjadi datar ke dalam bumi, sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup. Pada permukaan bumi, sesar normal juga jarang sekali berlaku secara bersendirian, tetapi bercabang.

Cabang sesar yang turun searah dengan sesar utama dikenali sebagai sesar sintetik, sementara sesar yang berlawanan arah dikenali sebagai sesar antitetik. Kedua cabang sesar ini bertemu dengan sesar utama di bagian dalam bumi. Sesar normal sering dikaitkan dengan perlipatan. Misalnya, sesar di bagian dalam bumi akan bertukar menjadi lipatan monoklin di permukaan.

Hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya mempunyai kemiringan yang besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar turun.



Extention Faulth
Sumber: Flint dan Skinner,1974:294

Patahan atau sesar turun adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yang menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya. Fault scarpadalah bidang miring imaginer tadi atau dalam kenyataannya adalah permukaan dari bidang sesar.

b. Sesar naik (reverse fault / contraction faulth)
Sesar naik (reverse fault) untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya relatif bergerak naik terhadap bagian foot wall. Salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan dari sesar itu termasuk kecil, berbeda dengn sesar turun yang punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical. Nampak lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada hanging wall berada pada posisi yg lebih atas dari lapisan batuan yg sama pada foot wall. Ini menandakan lapisan yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-nya.


Reverse fault / contraction faulth
Sumber: Flint dan Skinner,1974:294



c. Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault)
Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) adalah sesar yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi tegasan utama pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi tegasan minimumnya, sedangkan posisi tegasan menengah adalah vertikal. Umumnya bidang sesar mendatar digambarkan sebagai bidang vertikal, sehingga istilah hanging wall dan foot wall tidak lazim digunakan di dalam sistem sesar ini. Berdasarkan gerak relatifnya, sesar ini dibedakan menjadi sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan).
Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault
Sumber: Flint dan Skinner,1974:295

E. Aplikasi Sesar dalam Bidang Geologi
  • Petroleum system 
  • Geothermal 
  • Geoteknik 
  • Penanggulangan daerah rawan bencana
4. Bidang perlapisan
Bidang perlapisan hanya ditemukan pada batuan sedimen, yaitu suatu bidang yang memisahkan antara suatu jenis batuan tertentu dengan batuan lain yang diendapkan kemudian, misalnya batas antara lapisan batupasir dengan batugamping, atau batas lapisan batupasir yang satu dengan batupasir lainnya yang dapat dibedakan .Biasanya batuan sedimen terdiri dari banyak sekali lapisan-lapisan yang berurutan dari tua ke muda, sehingga banyak pula bidang perlapisannya. Bidang perlapisan tersebut merupakan bagian yang lemah dibandingkan dengan kekuatan batuan sedimennya, karena itu dalam analisis kemantapan posisinya menjadi sangat penting.



Skema susunan perlapisan batuan sedimen
Sumber (Gilluly dkk,1959:142)

5. Ketidakselarasan

Ketidakselarasn (Unconformity) adalah suatu permukaan erosi atau nondeposisi yang memisahkan lapisan-lapisan yang lebih muda dari batuan-batuan yang lebih tua . Perkembangan ketidakselarasan meliputi beberapa tahap.Tahap pertama yaitu pembentukan batuan yang lebih tua.Umumnya diikuti oleh pengangkatan dan erosi.Akhirnya lapisan-lapisan muda di endapkan(Billings,1954:242)

Ketidakselarasan didefinisikan oleh Gilluly,dkk(1959:140)sebagai suatu bidang erosi yang tertimbun yang merupakan bukti tidak adanya pengendapan yang menerus.

Ketidakselarasan dapat dibagi menjadi (Gilluly dkk,1959:142) sebagai berikut :


A. Non-conformity
Adalah fenomena adanya lapisan batuan beku/metamorf yang dibawah lapisan sedimen. 






(Gilluly dkk,1959:142)


B. Angular unconformity
Adalah fenomena dimana beberapa lapisan sedimen memiliki perbedaan sudut yang tajam dengan lapisan di atasnya (ketidakselarasan menyudut).
(Gilluly dkk,1959:144)

C. Disconformity
Adalah hubungan antara lapisan batuan sedimen yang dipisahkan oleh bidang erosi.Fenomena ini terjadi karena sedimentasi terhenti beberapa waktu dan mengakibatkan lapisan paling atas tererosi sehingga menimbulkan lapisan kasar.

D. Paraconformity
Adalah hubungan antara dua lapisan sedimen yang bidang ketidakselarasannya sejajar dengan perlapisan sedimen.Pada kasus ini sangat sulit sekali melihat batas ketidakselarasannya karena tidak ada batas bidang erosi.Cara yang digunakan untuk melihat keganjilan antara lapisan tersebut adalah dengan melihat fosil di tiap lapisan.Karena setiap sedimen memiliki umur yang berbeda dan fosil yang terkubur di dalamnya pasti berbeda jenis.


Kesimpulan
Struktur geologi adalah suatu struktur atau kondisi geologi yang ada di suatu daerah sebagai akibat dari terjadinya perubahan-perubahan pada batuan oleh proses tektonik atau proses lainnya. Dengan terjadinya proses tektonik, maka batuan (batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf) maupun kerak bumi akan berubah susunannya dari keadaannya semula. Struktur geologi yang penting untuk diketahui antara lain : sistem perlipatan,sistem kekar, sistem sesar,bidang perlapisan, dan ketidakselarasan.

Lipatan adalah hasil perubahan bentuk atau volume dari suatu bahan yang ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur garis atau bidang di dalam bahan tersebut.

Kekar adalah bagian permukaan atau bidang yang memisahkan batuan, dan sepanjang bidang tersebut belum terjadi pergeseran. Di samping merupakan bidang datar, kekar dapat pula merupakan bidang lengkung.

Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain. Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar terhadap blok yg lain.

Bidang perlapisan hanya ditemukan pada batuan sedimen, yaitu suatu bidang yang memisahkan antara suatu jenis batuan tertentu dengan batuan lain yang diendapkan kemudian, misalnya batas antara lapisan batupasir dengan batugamping, atau batas lapisan batupasir yang satu dengan batupasir lainnya yang dapat dibedakan

Ketidakselarasn (Unconformity) adalah suatu permukaan erosi atau nondeposisi yang memisahkan lapisan-lapisan yang lebih muda dari batuan-batuan yang lebih tua.

Daftar Pustaka
C. Plummer, Charles. Physical Geology. United States : Wm. C. Brown Publishers.
H. Carlson, Diane, C. Plummer, Charles, dkk.. 2011. Physical Geology (Earth Revealed, Ninth Edition). United States : Mc Graw Hill 
Asikin, Sukendar. 1997. Diktat Geologi Struktur Indonesia. Jurusan Teknik Geologi. Insitut Teknologi Bandung
Harsolumakso, A.H., Magetsari, N.A., Abdullah, I.C. 1997. Buku Panduan Geologi Struktur. Teknik Geologi. ITB, Bandung

Comments

  1. menarik dan penuh wawasan
    terimakasih
    ditunggu info yang lain nya

    ReplyDelete
  2. Artikel yang bagus..

    Silahkan cek keamanan dan kualitas website anda di
    http://sitespy.id/

    ReplyDelete
  3. Struktur geologi yang dipaham
    i ahli geologi.

    ReplyDelete
  4. Ilmu Geologi merupakan pelajaran yang aku sukai ketika masih smp,

    ReplyDelete
  5. Geologi ketika aku masih SMP di SMPN 2 Solo, ternyata ada di pelajaran IPS.

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentari



Pilih pada pilihan profil:

1. Name/Url jika tidak memiliki akun blogger.

2. Anonymous jika ingin memberi komentar dengan merahasiakan identitas.

3. Google Account jika kamu juga punya blog.

Popular posts from this blog

Pergerakan Konvergen Divergen dan Transform (Tugas Tektonofisik)

Pergerakan Konvergen Divergen dan Transform
M. Rizki Mufty, Aufaz Zihni, M. Haris Maulana Putra, Muhammad Jehan
Department of Mining Engineering, Faculty of Engineering, Syiah Kuala University, Banda Aceh
Abstract The earth on which we live is a planet that has a history of dynamic formation and has lasted for approximately 4.56 billion years with the discovery of the oldest rocks 4.3 billion years old. For billions of years, the Earth continues to change pretty extreme to this day and finally we can live comfortably on top along with other living beings. Even today, the earth still continues to change. Changes caused by various factors, both factors conducted by the earth itself and caused by the activities of living organisms, or as a result of the things that come from outside the Earth. One factor that is carried by the earth itself is due to tectonic plate movement (movement of divergent, convergent and transform).

Tes wawancara di SMA idaman. Plus tips.

Tanggal 25 Mei yang lalu, aku ikutin tes wawancara untuk penerimaan siswa baru di SMA 3.
Ya Allah.... Ngantrinya lama.... harus nunggu di panggil dari jam 8. Sementara aku itu siswa ke 46 di ruang wawancara itu.
Akhirnya aku dipanggil juga pas udah jam 10 lewat.

"M. Rizki Mufty, ada?" si Ibu Yang Mewawancarai (IYM) manggil ke arah kami semua yang ngantri. "Saya bu!" aku langsung duduk di kursi panas. Panas karena udah 40an orang duduk disini.

IYM : namanya M. Rifki Mufty?
Aku : M. Rizki Mufty bu... bukan Rifki...
IYM : oh.. yaya. Jadi, kamu dari SMP 1? (si IYM ngelirik ke simbol baju smp ku)
Aku : Iya bu...
IYM : Kenapa kamu memilih ke SMA ini? Kenapa bukan di SMA 1 yang ada di sebelah SMP kamu?


Tips : Kalo di tanya alasan memilih sekolah ini, jawablah dengan baik dan  pujilah sekolah tersebut dengan pujian yang masuk akal. Jangan jawab dengan jawaban yang aneh dan tak di mengerti, seperti : "Karena didekat sekolah ini ada yang menjual Pisang Goreng!".
Aku…

Contoh Penyimpangan sosial dalam masyarakat

Bulan puasa ini aku dapat tugas nyari Contoh-contoh penyimpangan sosial dalam masyarakat. Ini tugas IPS. karena Pr nya udah selese, maka di posting sini ajalah... kali aja berguna... dari pada disimpan di laptop selamanya, kan gak bakal betelor juga...

SELAMAT mngerjakan tugas!!!!


___________________________________________________________

Contoh Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat

1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation)

Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal, antara lain:

a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel.

b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di …