Skip to main content

Pergerakan Konvergen Divergen dan Transform (Tugas Tektonofisik)

Pergerakan Konvergen Divergen dan Transform
M. Rizki Mufty, Aufaz Zihni, M. Haris Maulana Putra, Muhammad Jehan
Department of Mining Engineering, Faculty of Engineering, Syiah Kuala University, Banda Aceh

Abstract        

The earth on which we live is a planet that has a history of dynamic formation and has lasted for approximately 4.56 billion years with the discovery of the oldest rocks 4.3 billion years old. For billions of years, the Earth continues to change pretty extreme to this day and finally we can live comfortably on top along with other living beings. Even today, the earth still continues to change. Changes caused by various factors, both factors conducted by the earth itself and caused by the activities of living organisms, or as a result of the things that come from outside the Earth. One factor that is carried by the earth itself is due to tectonic plate movement (movement of divergent, convergent and transform).



Pendahuluan
              

Ilmuwan terus mengobservasi mengenai perubahan-perubahan di bumi dan kemudian muncul berbagai teori pembentukan bumi. Salah satunya yang paling terkenal dan terus dikaji adalah Teori Tektonik Lempeng yang dikemukakan oleh Alfred Wegener, seorang ahli meteorologi dan fisika berkebangsaan Jerman. Teori tersebut menerangkan proses dinamika bumi tentang pembentukan pegunungan, gunung api, gempa bumi, dan cekungan di muka bumi oleh pergerakan lempeng.


Ada dua jenis kerak bumi, yaitu kerak samudera dan kerak benua. Kerak samudera tersusun oleh batuan bersifat basa, lebih tipis daripada kerak benua dan memiliki densitas besar. Kerak benua tersusun oleh batuan bersifat asam, memiliki ketebalan yang besar dan memiliki densitas yang lebih kecil daripada kerak samudera.


Kerak bumi menutupi seluruh permukaan bumi, dan akibat dari aliran panas di dalam astenosfer kerak bumi kemudian pecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan disebut lempeng kerak bumi. Lempeng-lempeng litosfer bergerak di atas lapisan astenosfer.


Afred Wegener pada tahun 1912 telah mengemukakan tentang konsep pengapungan benua dalam bukunya “The Origin of Continent’s and Ocean’s.”. Teorinya adalah benua di bumi awalnya terdiri dari satu benua yang besar (supercontinet), yaitu benua Pangaea. Kemudian benua tersebut pecah menjadi benua-benua lebih kecil dan terus bergerak hingga menjadi seperti saat ini. Teori ini didukung dengan bukti kesamaan garis pantai, fosil, struktur dan batuan antar benua. Namun, pada periode 1960-an muncul kritik yang mempertanyakan bagaimana mungkin massa benua yang begitu besar dan berat bergeser di atas dasar lautan yang keras.


Pada tahun 1967 munculah hipotesa baru yang menyempurnakan teori-teori sebelumnya, yaitu Teori Lempeng Tektonik. Menurut teori Tektonik Lempeng,bagian luar dari kulit Bumi atau litosfer terpecah menjadi beberapalempeng besar terdiri dari 10lempeng utama yang bergerak satu sama lain dengan kecepatan berkisar antara 1 - 10 cm/tahun yaitugerakan divergen (saling menjauh), gerakan konvergen (saling mendekat), dan transform (saling berpapasan).

Gerakan Konvergen
           Gerakan konvergen adalah pergerakan lempeng yang terjadi pada dua bagian lempeng yang bergerak saling mendekat hingga akhirnya bertumbukan. Gerakan ini menyebabkan salah satu lempeng yang bertabrakan akan menunjam (subduction) ke bawah lempeng lainnya. Daerah lempeng bumi yang mengalami peristiwa pergerakan konvergen disebut dengan batas konvergen.

Umumnya daerah penunjaman lempeng akan membentuk suatu palung yang dalam dan merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Contohnya adalah zona subduksi antara lempeng samudera India-Australia dan lempeng benua Eurasia di Sumatera. Dalam pergerakannya, lempeng hanya bergerak beberapa sentimeter tiap tahunnya, sehingga proses penunjaman terjadi sangat lambat dan berlangsung ribuan bahkan jutaan tahun.
Fenomena-fenomena yang sering terjadi akibat pergerakan lempeng konvergen adalah:
1. Terbentuk palung laut pada titik tumbukan lempeng benua dan lempeng samudera, atau lempeng samudera dan lempeng samudera;
2. Aktivitas vulkanisme berupa intrusi maupun ekstrusi gunung api;
3. Aktivitas seismik yang besar;
4. Terbentuknya batuan sedimen campuran yang dinamakan batuan melange.

Ada 3 kemungkinan terjadi pada batas lempeng yang saling bertumbukan:
1. Tumbukan Lempeng Samudera Dengan Lempeng Samudera
2. Tumbukan Lempeng Benua Dengan Lempeng Samudera
3. Tumbukan Lempeng Benua Dengan Lempeng Benua

1. Tumbukan Lempeng Samudera Dengan Lempeng Samudera
        Tumbukan antara lempeng samudera dengan samudera mengakibatkan salah satu lempeng tersubduksi ke arah mantel, karenanya di daerah tersebut akan terbentuk parit di dasar laut dan deretan gunung api yang tak jarang juga terbentuk di dasar laut.
            Apabila gunung api tersebut terus ‘tumbuh’ maka akan terbentuk serangkai kepulauan gunung api baru sebagai busur gunung api (volcanic arc) yang letaknya beberapa ratus kilometer dari palung laut dimana kedua lempeng tersebut bertemu. Contoh pertemuan lempeng ini adalah kepulaun Aleutian, Mariana dan Tonga. Apabila aktifitas gunung api berlangsung terus dalam jangka waktu lama disertai intrusi batuan beku maka akan membesar dan tinggi membentuk busur kepulauan seperti kepulauan Filipina dan Jepang.

Gambar 1. Tumbukan Lempeng Samudera dengan Samudera. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
           
Pertemuan lempeng yang seperti ini biasanya terjadi daerah laut dalam dengan kedalaman lebih dari 11 kilometer. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).

2. Tumbukan Lempeng Benua Dengan Lempeng Samudera     
         Tumbukan antara lempeng samudera dengan lempeng benua akan mengakibatkan lempeng samudera tersubduksi ke arah mantel dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung api aktif di daratan benua.
         Ketika suatu lempeng samudera menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudera (oceanic trench).
       Dasar palung merupakan tempat perusakan lempeng benua akibat pergesekan dua lempeng dan terjadi pula pengendapan batuan yang berasal dari laut dalam maupun yang diendapkan dari darat. Endapan campuran itulah yang dinamakan batuan bancuh atau melange.


Gambar 2. Tumbukan Lempeng Benua dengan Lempeng Samudera. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill 


         Pada daerah tipe konvergen seperti ini yang memiliki aktivitas seismik yang cukup tinggi, bahkan kebanyakan gelombang tsunami yang terjadi akibat aktivitas seismik pada tipe ini yang ditimbulkan dari gempa-gempa besar yang dapat memicu terjadinya tsunami.
          Contoh tipe ini terdapat di daerah zona penyusupan di sepanjang pantai barat Sumatera dan di sepanjang pantai selatan Jawa. Selain itu, tipe pergerakan ini terdapat pada Pegunungan Andes di Amerika Selatan, terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika Selatan.
Karakteristik Zona subduksi antara lain:
·         Busur Kepulauan (Island Arc)
                Busur kepulauan terbentuk sepanjangzona subduksi yang letaknya sejajar dengan palung samudera dan berjarak 100 – 400 km dan bergantung sudut penunjaman.
·         Busur Magmatik (Magmatic Arc)
                Busur Magmatik  akan terbentuk sepanjang zona subduksi merupakan rangkaian aktifitas gunung api strato. Apabila gunung api strato terbentuk di benua maka dinamakan busur vulkanik kontinental.
·         Bancuh (Melange)
                Bancuh (Melange) merupakan salah satu karakteristik dari batas konvergenyang terdiri dari batuan yang kacau (Chaotic) pecahan berbagai batuan danteranjakkan. Bancuh (Melange) terbentuk dari sedimen muda dalam palung samudera yangtertekan oleh litosfir yang bergerak dan terseret dalam blok-blok yang dibatasioleh sesar-sesar terajakan (thrusted).
·         Busur punggungan
                Punggungan busur depan (Fore arc ridge); biasanya alasnya adalah melange,terbentuk oleh penebalan kerak akibat sesar-sesar anjakan pada ujunglempeng yang ditabrak.
·         Cekungan
                Cekungan Busur Depan (fore arc basin); merupakan daerah rendah yangterletak antara palung samudera dan busur magmatik. Cekungan Busur Belakang (Back arc basin); terbentuk karena kecepatanlempeng yang menabrak lebih besar daripada lempeng yang ditabrak sehinggamenyebabkan tensional stress dan menarik bagian belakang ini ke bawah danterbentuk cekungan.

3. Tumbukan Lempeng Benua Dengan Lempeng Benua
       Pertemuan atau tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng benua akan mengakibatkan kedua lempeng benua tersebut saling bertabrakan (continental collision) sehingga menyebabkan terjadinya lipatan yang semakin lama areanya semakin luas dan semakin tinggi.



Gambar 3. Tumbukan Lempeng Benua Dengan Lempeng Benua. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
         Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range). Contohnya adalah pembentukan pegunungan Himalaya dan daerah dataran tinggi Tibet, terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia.

Gerakan Divergen
      Divergen adalah pergerakan lempeng tektonik yang saling menjauh satu sama lainnya (break apart)atau terpecah. Ketika lempeng tektonik terpecah, lapisan lithosfer menipis dan akan terbelah  membentuk batas divergen. Bila pergerakan ini terjadi pada lempeng samudra, akan menyebabkan pemekaran lempeng samudra yang menghasilkan palung laut. Namun bila pergerakan terjadi pada permukaan lempeng benua, maka akan menghasilkan lembah retakan akibat kedua lempeng saling berjauhan. Kedua bentuk pergerakan tersebut pada akhirnya akan membuahkan benua dan samudra yang baru.
              Gerakan divergen umumnya terjadi pada punggungan samudera. Dimana lempeng saling menjauhi sumbu punggungan samudera sehingga terbentuk celah yang segera terisi oleh lelehan batuan yang terinjeksi dari astenosfir dibawahnya. Material ini perlahan-lahan mendingin dan membentuk lantai samudera yang baru, mendorong lantai samudera yang lama sudah terbentuk sebelumnya mejauhi pusat pemekaran. Mekanisme ini berulang dan berlangsung terus sejak 165 juta tahun yang lalu dan disebut pemekaran lantai samudera (sea floor spreading) menjadi lantai samudera Altlantik. Kecepatan pemekaran ini antara 2 sampai 10 cm/tahun.
                Mungkin yang paling terkenal dari batas-batas divergent adalah Mid-Atlantic Ridge, yang terdapat sepanjang Lautan Artik hingga ujung Afrika sehingga batas divergent ini mengelilingi setengah bagian bumi. Kecepatan penyebaran Mid Atlantic Ridge sekitas 2,5 cm/tahun, atau 25 km dalam 1 juta tahun. Kecepatan ini mungkin rendah bagi standar manusia, tapi karena proses ini telah terjadi jutaan tahun maka lempeng telah bergerak ratusan kilometer. Penyebaran lempeng benua selama 100 hingga 200 juta tahun telah menyebabkan Lautan Altantik berkembang dari daerah perairan kecil diantara lempeng Europa, America dan Afrika menjadi samudera luas seperti sekarang.



Gambar 4. Beberapa Mid Ocean Ridge di dunia. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
               Islandia adalah negara volkanik yang mengembang disebabkan oleh Mid Atlantic Ridge, pulau ini menjadi laboratorium alam para ilmuan untuk mempelajari proses pemisahan pada zona divergen. Islandia terpisah sepanjang pusat pemisahannya di antara Lempeng Eurasia dan Amerika.
Gambar 5. Mid-Atlantic Ridge memisahkan Islandia dan memisahkan America Utara dan Eurasia. Sumber: USGS. 2014. Understanding Plate Motion. http://pubs.usgs.gov/

           ]Hasil dari pergerakan lempeng terlihat dengan mudah disekitar Gunung Api Krafla, disebelah timur laut dari Iceland. Disana terdapat rekahan tanah yang melebar, dan setiap bulan muncul suatu rekahan tanah yang baru. Dari tahun 1975 hingga 1984 beberapa kejadian pemisahan terjadi di zona rekahan di Krafla. Beberapa kejadian perekahan ini disebabkan oleh aktifitas vulkanik, rata-rata tanah bergerak sekitar 2 meter sebelum tiba-tiba berhenti, aktifitas ini menjadi sinyal akan terjadinya erupsi. Disekitar tahun 1975 hingga 1984, perpindahan yang disebabakan oleh perekahan tanah sekitar  7 meter.


Gambar 6. Semburan lava (dengan ketinggian 10 m) erupsi gunung api Krafla pada Oktober 1980 (Foto oleh Gudmundur E. Sigvaldason, Nordic Volcanological Institute, Reykjavik, Islandia.)

Gambar 7. Foto udara area sekitar Thingvellir, Islandia, memperlihatakan zona retakan. (Foto oleh: Oddur Sigurdsson, National Energy Authority, Islandia.)
                Di Afrika Utara, proses pemisahan terjadi hingga antara sebagian lempeng Afrika dengan lempeng Arab, sehingga membentuk Laut Merah. Aktifnya pemisahan antara Lempeng Afrika dan Lempeng Arabian disebut dengan triple junction, dimana laut merah bertemu dengan Teluk Aden. Pusat pemisahan baru berkembang di Afrika sepanjang zona East African Rift, Dimana kerak benua membentang melewati batasnya sehingga retakan akibat regangan mulai terjadi pada permukaan benua. Magma naik dan mengisi sepanjang retakan, terkadang membentuk pegunungan vulkanik. Magma yang naik menyebabkan  tambahan tekanan dan menyebabkan terjadinya retakan sehingga pasti terjadi pemisahan.
Gambar 8. Peta Afrika Timur memperlihatkan beberapa pergerakan divergen. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
      
Afrika Utara mungkin akan menjadi samudera utama bumi pada masa mendatang. Interaksi lempeng pada wilayah tersebut menyediakan kesempatan scientis untuk mempelajari bagaimana terbentuknya Atlantik yang sekitar 200 juta tahun yang lalu. Geologist percaya, jika pemisahan terus berlangsung, tiga benua yang bertemu pada sudut lempeng Afrika pada masa sekarang akan terpisah secara komplit dan Samudra Hindia akan membanjiri daerah tersebut sehingga menjadikan wilayah paling barat Afrika menjadi pulau besar.
Gambar 9. Foto dari helikopter (1994) memperlihatkan danau lava di Ethiophia, salah satu gunung apo aktif yang ada di East African Rift Zone. Sumber: USGS. 2014. Understanding Plate Motion. http://pubs.usgs.gov/
Gambar 10. Oldoinyo Lengai, gunung api aktif lainnya di zona retakan East African, erupsi pada 1966. (Foto oleh Gordon Davies, bersumber dari Celia Nyamweru, St. Lawrence University, Canton, New York.)

 Gerakan Transform
            Pergerakan lempeng transform adalah pergerakan yang terjadi pada dua bagian lempeng bumi yang bergerak secara horisontal dan berlawanan arahnya atau saling bergeser satu sama lain (slide each other). Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Daerah lempeng bumi yang mengalami peristiwa pergerakan transform disebut dengan batas transform. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).
Gambar 11. Skema Pergerakan Lempeng Transform. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
Fenomena-fenomena yang sering terjadi akibat pergerakan lempeng transform adalah:
  1. Aktivitas vulkanisme yang lemah;
  2. Aktivitas seismik yang tidak terlalu besar;
  3. Gejala pergeseran yang tampak pada tanggul dasar samudera yang tidak berkesinambungan, melainkan terputus-putus.
                Pada tipe ini tidak ada pembentukan lapisan astenosfer baru atau terjadinya penyusupan yang dilakukan oleh salah satu lempeng terhadap lainnya, contohnya adalah yang terjadi antara lempeng samudera dengan lempeng samudera yang disebabkan karena patahnya jalur pemekaran dasar laut (seafloor spreading) yang mengakibatkan terbentuknya tipe ini, daerahnya biasa disebut sebagai pematang-tengah dasar laut atau Mid-Ocean Ridges. Sedangkan pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng benua untuk tipe ini terjadi akibat pergeseran dua buah lapisan secara horisontal yang muncul hingga permukaan, contohnya adalah yang terjadi pada patahan San Andreas di California.
                Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.


Gambar 12. San Andreas Fault (Sesar San Andreas), California. Sumber: Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology Ninth Edition. Penerbit: McGraw-Hill
Kesimpulan
Bumi telah mengalami suatu perubahan dari waktu ke waktu, baik perubahan bentuk permukaan bumi, susunan,  lapisan bumi maupun perubahan-perubahan yang terjadi di dalam bumi sendiri. Proses-proses geologi yang berkaitan dengan dinamika bumi adalah bekerjanya gaya-gaya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada bumi, yaitu gaya endogen dan eksogen. Gaya endogen yang sangat berpengaruh adalah pergerakan lempeng yang disebabkan oleh aliran konveksi panas pada mantel. Aliran koneveksi panas ini menghasilkan 3 (tiga) jenis pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergent dan transform.

Daftar Pustaka
1.     1. Clara, Ruth. Divergen, Konvergen, Transform. 7 Desember 2015. http://www.academia.edu/11476403/Divergen_Konvergen_Transform.
2. Munir. Moch. 2003. Geologi Lingkungan. Malang. Bayumedia
3. Turcotte. Donald L, Schubert. Gerald. Geodynamics Application of Continuum Physics to Geological Problems. New York. John Wiley & Sons, Inc.
4. Carlson, Diane H. Dkk. 2011. Physical Geology, Ninth Edition. New York: McGraw-Hill.
5. USGS. 2014. Understanding Plate Motion. 14 Desember 2015. http://pubs.usgs.gov/



Comments

Post a Comment

Komentari



Pilih pada pilihan profil:

1. Name/Url jika tidak memiliki akun blogger.

2. Anonymous jika ingin memberi komentar dengan merahasiakan identitas.

3. Google Account jika kamu juga punya blog.

Popular posts from this blog

Tes wawancara di SMA idaman. Plus tips.

Tanggal 25 Mei yang lalu, aku ikutin tes wawancara untuk penerimaan siswa baru di SMA 3.
Ya Allah.... Ngantrinya lama.... harus nunggu di panggil dari jam 8. Sementara aku itu siswa ke 46 di ruang wawancara itu.
Akhirnya aku dipanggil juga pas udah jam 10 lewat.

"M. Rizki Mufty, ada?" si Ibu Yang Mewawancarai (IYM) manggil ke arah kami semua yang ngantri. "Saya bu!" aku langsung duduk di kursi panas. Panas karena udah 40an orang duduk disini.

IYM : namanya M. Rifki Mufty?
Aku : M. Rizki Mufty bu... bukan Rifki...
IYM : oh.. yaya. Jadi, kamu dari SMP 1? (si IYM ngelirik ke simbol baju smp ku)
Aku : Iya bu...
IYM : Kenapa kamu memilih ke SMA ini? Kenapa bukan di SMA 1 yang ada di sebelah SMP kamu?


Tips : Kalo di tanya alasan memilih sekolah ini, jawablah dengan baik dan  pujilah sekolah tersebut dengan pujian yang masuk akal. Jangan jawab dengan jawaban yang aneh dan tak di mengerti, seperti : "Karena didekat sekolah ini ada yang menjual Pisang Goreng!".
Aku…

Contoh Penyimpangan sosial dalam masyarakat

Bulan puasa ini aku dapat tugas nyari Contoh-contoh penyimpangan sosial dalam masyarakat. Ini tugas IPS. karena Pr nya udah selese, maka di posting sini ajalah... kali aja berguna... dari pada disimpan di laptop selamanya, kan gak bakal betelor juga...

SELAMAT mngerjakan tugas!!!!


___________________________________________________________

Contoh Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat

1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation)

Penyimpangan individual merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma suatu kebudayaan yang telah mapan. Penyimpangan ini disebabkan oleh kelainan jiwa seseorang atau karena perilaku yang jahat/tindak kriminalitas. Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dapat dibagi menjadi beberapa hal, antara lain:

a. Tidak patuh nasihat orang tua agar mengubah pendirian yang kurang baik, penyimpangannya disebut pembandel.

b. Tidak taat kepada peringatan orang-orang yang berwenang di …